Tuesday, June 7, 2011

ilmu sirr kesempurnaan hidup

Inilah sebuah petunujuk yang benar yang menjelaskan tentang ilmu sirr

kesempurnaan hidup, yang berakar dari ajaran para ahli hikmah di tanah Jawa,

yang hendak membuka hakikat kesempurnaan sejati, sebuah pelajaran dari

kitab Tasawuf, tersingkapnya ajaran ini terpancar dari kebersihan jiwa

heningnya alam pikiran, yaitu tanggapnya rasa atas cipta Tuhan, dengan ihlash

mengawali pelajaran ini yakni dengan menukil Firman Allah kepada Nabi

Musa AS yang bermakna : Yang sebenar- benar manusia itu adalah kenyataan

(adanya) Tuhan, dan Tuhan itu Maha Esa.

Firman Allah yang demikian ini yang diajarkan oleh para ahli (mursyid)

kepada sesiapa yang diterima penghambaannya(salik). Dimana ajaran itu,

kemudian teringkas menjadi 8 hal, penyampaiannya dengan cara membisikkan

ke telinga murid sebelah kiri. Pemahaman semacam ini memberikan pengertian

bahwa ilmu 'kasampurnan' ini tidak seyogyanya diajarkan kepada sembarang

orang, kecuali kepada orang-orang yang telah mendapat hidayah dari Allah

SWT, artinya orang yang telah tercerahkan dirinya (ciptanya).

Maka dari itu, barang siapa yang sudi membaca tulisan ini seyogyanya

berlandaskan permohonan kepada Allah, agar kiranya dapat terbuka ciptanya

hingga mampu menerima dan memahami maknanya, karena makna dari ajaran

ini ternyata sangat rumit/berbahaya. Maka bisanya memahami ajaran ini tidak

lain hanya berada di dalam cipta - rasa pribadi.

Maka tidak boleh kiranya untuk didiskusikan dengan orang yang belum sampai

atau belum menunggal rasanya dengan kita, yaitu orang yang belum menerima

hidayah dari Allah SWT. Walau demikian seandainya harus disampaikan

kepada orang yang belum sampai, hendaknya disampaikan dengan sangat hatihati, melihat situasi- kondisi, waktu dan tempat yang tepat serta disampaikan

dengan kiasan bahasa yang indah.

I. 1 Wejangan yang pertama, disebut pelajaran akan sifat-sifat Allah.

Sebagaimana firman Allah kepada Nabi Muhammad SAW yang bermakna

kurang lebih begini: Sesungguhnya tidak ada apa-apa tatkala sebelum masa

penciptaan, yang ada (paling awal) itu hanya Aku, tidak ada Tuhan kecuali

Aku yang Hidup dan Maha Suci baik asma maupun sifatKu (dzat, sifat, asma,

af'al).

I. 2. Yang dimaksud begini: Yang digambarkan tiada tuhan kecuali aku,

hakekat hidup yang suci, sesungguhnya hidup kita ini adalah melambangkan

citra Allah, sedang nama dan perbuatan kita itu semua berasal dari

Kemahakuasaaan Allah, yang 'menyatu' ibarat matahari dan sinarnya, madu

dengan manisnya, sungguh tiada terpisahkan.

1 Wejangan yang kedua adalah : Pengertian adanya Allah., Wejangan ini

mengajarkan bahwa elemen hidup kita ini berada pada 7 keadaan,

sebagaimana firman Allah kepada Muhammad SAW yang maknanya begini:

Sesungguhnya Aku adalah Allah, yang berkuasa menciptakan segala sesuatu

dengan kun fa yakun dari qodrat dan iradatKu, yang demikian ini menjadi

pertanda bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

2. Yang pertama, Aku ada dalam ketiadaan yang tanpa awal serta tanpa

akhir, itulah alamKu yang Maha Gaib.

3. Kedua, Aku mengadakan cahaya sebagai manifestasiKu, berada dalam

kehendakKu.

4. Ketiga, Aku menciptakan bayang-bayang sebagai pertanda citraKu, yang

berada pada alam kejadian/penciptaan (mula-jadi).

5. Keempat, Aku mengadakan ruh sebagai pertanda hidupku, yang berada

pada darah.

6. Kelima, Aku mengadakan angan-angan yang juga menjadi sifatku, yang

berada pada alam yang baru boleh diumpamakan saja.

7. Keenam, Aku mengadakan budi, yang merupakan kenyataan penjabaran

angan- angan yang berada pada alam ruhani.

8. Ketujuh, aku menggelar akal sebagai sentral/wadah atas semua

ciptaanku. Enam perkara tersebut di atas tercipta di dunia yang merupakan

hakikat manusia.

alangalangkumitir

No comments:

 

Bali Accommodation